FITUR: RTL BWHF8040-400/31 dengan luas efektif 3.400 kaki persegi (400 kaki persegi), laju alir per meter kubik (56,7 m³/hari) (15.000 GPD) dalam kondisi pengujian standar. Dibandingkan dengan RTL-BW8040-400/31, RTL-BWHF8040 400/31 memiliki laju alir permeat yang sangat baik.
SPESIFICATIONS:
Nilai di atas berdasarkan pada kondisi pengujian berikut: 2.000 ppm NaCl, 225 psi (15,5 bar), 77°F (25°C), pH = 8, pemulihan 15%; Parameter kinerja elemen membran diukur setelah 24 jam operasi kondisi stabil, dengan rentang ±15% dari aliran permeat; Luas membran efektif dijamin sebesar ±3%; RTL berhak mengubah parameter kinerja produk tanpa pemberitahuan sebelumnya.
FITUR: Teknologi RXHL menawarkan beragam elemen membran osmosis balik desalinasi air laut yang unggul untuk menghemat biaya investasi dan operasional sistem desalinasi air laut. Produk-produk RXHL menggabungkan kinerja membran yang unggul dengan proses manufaktur yang sepenuhnya otomatis dan presisi tinggi, menghasilkan sistem dengan laju aliran permeat air yang jauh lebih tinggi, kinerja yang stabil, dan daya tahan.
Nilai-nilai di atas berdasarkan pada kondisi pengujian berikut: 32.000 ppm NaCl, 800 psi (55 bar), 77°F (25°C), pH = 8, pemulihan 8%; Parameter kinerja elemen membran diukur setelah 24 jam operasi kondisi stabil, dengan kisaran ±15% dari aliran permeat; Luas membran efektif dijamin sebesar ±3%; RTL berhak mengubah parameter kinerja produk tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Pada Mikrofiltrasi (MF), membran memiliki ukuran pori yang relatif besar (0,05–2,0 µm) dengan tekanan operasi rendah (10–100 psig). MF dapat menyaring partikel besar seperti padatan tersuspensi (pasir, kotoran) dan bakteri, tetapi tetap memungkinkan virus dan ion terlarut, baik monovalen (Na, K) maupun multivalen (Ca, Mg), untuk melewatinya.
Selanjutnya, Ultrafiltrasi (UF) dengan ukuran pori yang lebih kecil (0,005 0,1 µm) dan tekanan 30–150 psig dapat menyaring padatan tersuspensi, bakteri, dan sebagian besar virus. Namun, UF masih belum efektif dalam menghilangkan ion terlarut, baik monovalen maupun multivalen.
Kemudian, Nanofiltrasi (NF) memiliki ukuran pori yang lebih halus (0,001–0,05 µm) dengan tekanan operasi 150–400 psig. NF dapat menyaring bakteri, virus, dan sebagian besar ion multivalen seperti kalsium dan magnesium, tetapi masih memungkinkan ion monovalen seperti natrium dan kalium untuk melewatinya.
Terakhir, Reverse Osmosis (RO) dengan ukuran pori terkecil (0,0005–0,002 µm) dan tekanan tinggi (200–1200 psig) dapat menyaring hampir semua kontaminan, termasuk padatan tersuspensi, bakteri, virus, ion multivalen, dan bahkan ion monovalen. Hanya molekul air yang mampu melewati membran RO, sehingga menghasilkan tingkat kemurnian air tertinggi.
Singkatnya, semakin kecil ukuran pori dan semakin tinggi tekanan yang digunakan, semakin banyak jenis kontaminan yang dapat disaring dari air.
Kesimpulan lain yang dapat kita tarik dari penjelasan di atas adalah bahwa Nanofiltrasi (NF) merupakan teknologi penyaringan air yang relatif baru dibandingkan dengan mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, dan osmosis balik. NF menggunakan membran dengan ukuran pori yang sangat kecil (0,001–0,05 µm) dan beroperasi pada tekanan sedang (150–400 psig). Keunggulan utama NF adalah kemampuannya menyaring bakteri, virus, padatan tersuspensi, dan ion multivalen seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg), yang umumnya menjadi penyebab air sadah. Namun, tidak seperti osmosis balik yang menghilangkan hampir semua kandungan mineral, NF masih dapat meloloskan beberapa ion monovalen seperti natrium (Na) dan kalium (K). Oleh karena itu, air yang diolah dengan NF masih mengandung sedikit mineral alami yang sebenarnya bermanfaat bagi tubuh manusia, sehingga teknologi ini lebih cocok untuk kebutuhan air minum sehari-hari.